Pesona dan Keunikan Curug Bibijilan Sukabumi

Setelah sakit beberapa hari dan tidak bisa hunting pada pekan lalu, alhamdulillah saya sudah bisa beraktifitas seperti biasa lagi. Kali ini saya bersama teman saya, Eri H. Kusmawan berkunjung ke Curug Bibijilan Sukabumi.

Lokasi Curug Bibijilan

Curug ini cukup dekat dari pusat kota Sukabumi, hanya berjarak sekitar 40 Km,  atau sekitar 1 jam perjalanan menggunakan sepeda motor. 

Curug Bibijilan terletak di kampung Lebak Nangka, Desa Kerta Angsana, kecamatan Nyalindung, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Rute

Biaya

Untuk kamu yang ingin berkunjung kesini, bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Tempat parkir sudah disediakan. Adapun budget yang harus kamu sediakan adalah sebagai berikut:

  • Tiket masuk: Rp. 6.000/orang.
  • Parkir motor: Rp. 3.000.
  • Parkir mobil Rp. 5.000.
Menurut saya, ini sangat terjangkau. Bisa dijadikan wisata keluarga saat hari libur. Namun berhubung sedang pandemi, mari tetap jaga protokol kesehatannya. Agar hati senang, kita pun tetap tenang.

Cerita di Curug Bibijilan Sukabumi

Saat berkunjung, saya datang terlalu pagi. Sekitar pukul 07:30 WIB. Saya lupa melihat jadwal operasional tempat wisata ini. Jadi, Wisata Curug Bibijilan ini buka pada pukul 08:00 WIB. Beruntungnya kami, karena ada pengurus disana yang melihat kami lalu memperbolehkan kami masuk lebih awal.

Jam Operasional:

  • Hari: Senin-Minggu

  • Jam: 08:00-09:00 WIB

Saat pertama memasuki kawasan wisata, kita akan disuguhi pemandangan pohon pinus, beberapa gazebo dan fasilitas umum lainnya. Pohonnya sangat rindang. Sehingga membuat kita merasa teduh untuk berada di bawahnya.

Fasilitas Umum

Fasilitas umum yang disediakan pun cukup lengkap. Terdapat pedagang makanan dan minuman, tempat duduk, toilet dan juga mushala. Jadi kamu tidak perlu khawatir jika berkunjung kesini.

Fasilitas umum di Wisata Curug Bibijilan Sukabumi.

Ok, mari kita lanjutkan cerita petualangannya. Setelah membayar tiket masuk dan parkir, kami bergegas menuju ke Curug (air terjun) terlebih dahulu. Saya lebih suka saat bisa leluasa memotret pada satu spot tanpa harus rebutan spot dengan pengunjung lain. Saya takut jika pengunjung lain akan segera berdatangan.Saya sangat terkesan dengan keramahan pengelola, pedagang, bahkan warga sekitar. Kami sempat beberapa kali menanyakan beberapa informasi dan mereka menjawab penuh keramahan. Saya sangat suka dengan tempat yang seperti ini, karena selain kita bisa menikmati keindahan alamnya, namun juga bisa belajar dari kearifan lokalnya.



Jalan menuu Curug Bibijilan dari fasilitas umum.

 

Untuk menuju curug, kita hanya perlu berjalan kaki sedikit ke arah bawah. Ada jalan setapak yang menghubungkannya.

Letaknya sangat dekat. Namun tetap perhatikan langkah kamu, karena bisa jadi jalannya licin. Jangan sampai kamu tergelincir. Karena kita akan menuruni tangga.

Sebelum sampai ke curugnya, kita akan menemukan sebuah bendungan kecil. Mungkin banyak yang tidak sadar apa fungsinya. Yaitu untuk menampung air dan mengarahkannya menuju pompa air di bawah, di samping curug.

Bendungan kecil di Curug Bibijilan.
Saya sangat suka dengan spot ini, karena suasananya yang tenang. Airnya jernih. Bisa kita gunakan untuk spot foto. Ingat, tolong jaga kebersihannya ya.

Dari bendungan kecil ini, kita bisa melihat Curug Bibijilan dari atas. Kita hanya perlu berjalan menuruni anak tangga. 


Curug Bibijilan


Airnya sangat deras dan jernih. Tinggi air terjunnya pun cukup tinggi. Jika kamu punya kebiasaan "mandi" saat berkunjung ke air terjun, saya rasa kamu tidak akan bisa menolaknya. Karena air sungainya pun tidak terlalu deras. Apalagi ada beberapa bagian yang cukup dangkal. Saya sangat menyarankan kamu untuk datang dan membuktikannya sendiri. Namun jangan lupa protkol kesehantannya ya.

Curug Bibijilan

Karena saya masih ingin mencari spot lain, saya berjalan menyeberangi sungai dan menuju spot dibawahnya. Saya harap untuk kedepannya akses untuk menuju ke bawah atau ke Curug Dadali bisa lebih baik lagi. Karena tempat ini memiliki potensi yang sangat besar.

Jadi, di bawah spot curug tadi, ada akses menuju ke Curug Dadali dan spot lainnya. Cara menuju kesini adalah dengan menyeberangi sungai di Curug Bibijilan, lalu turun sedikit ke bawah.

Suasana disini agak lebih tenang, tetapi kita masih bisa mendengar suara air terjunnya. Bahkan teman saya sempat bersantai di sini. FYI, di bawah spot ini masih ada Curug Dadali. hanya saja kamu harus mengambil jalan setapak ke sebelah kiri sebelum masuk spot ini setelah menyeberang sungai di Curug Bibijilan tadi.

Sungai di bawah Curug Bibijilan.


Selain spot tersebut, dari bawah sini kita pun bisa melihat Curug Bibijilan. Kita bisa mengambil angle lebih enak. Meski harus agak hati-hati saat memotretnya. Karena selain di permukaan batu, terkadang kita harus menyimpan tripod kita di dalam aliran sungai. Saya takut kamera saya tercebur lalu hanyut. Foto Curug Bibijikan dari spot ini, ada di bawah ini:

Foto Curug Bibijilan diambil dari arah hilir.

Sebelum kembali ke atas, saya sempatkan memotret teman saya dengan tehnik long exposure.  Saya mengatur shutter speed saya lebih besar agar efek dramatis aliran air lebih lembut.

Menikmati suasana yang menenangkan di sekitar Curug Bibijilan.

Setelah puas untuk mengambil foto, saya kembali ke atas. Saya jadi teringat dengan pompa yang ada di samping Curug Bibijilan.

Jika kamu berkunjung kesini, kamu akan mendengar suara pompa air itu selain deru air terjun. Saya awalnya tidak tahu asal dari suara itu.

Pompa Hidrolik di samping Curug Bibijilan.


Jadi pompa ini adalah pompa hidrolik. Dikutip dari inisukabumi.com, pompa ini bisa menaikan air hingga lebih dari 70 meter ke atas dengan memanfaatkan daya dorong dari air yang dialirkan melalui pipa dari ketinggian sekitar 20 meter. Pompa ini beroprasi tanpa listrik. Keren!

Baca jugaHunting Foto di Hutan Pendidikan Gunung Walat Sukabumi

Setelah mulai lelah, kami kembali ke area parkir dan lalu menanyakan mengenai nama-nama lokasi yang ada di frame foto saya. Ternyata saya masih belum habis menjelajahi kawasan wisata tersebut. Terutama Curug Dadali. Saya harap saya bisa melakukannya di kunjungan selanjutnya.

Tips

Jika ingin berkunjung kesini, saya sarankan untuk bertanya pada pengelola dimana letak spot-spot ikonik di tempat wisata ini dan cara menuju spot tersebut. Jangan khawatir, karena mereka akan menunjukannya dengan ramah.


Sebelum pulang, kami menyempatkan untuk bersantai sejenak. Berbincang dan menikmati segelas teh.

Baiklah, sekian trip saya kali ini. Jika ada saran atau hal yang ingin ditanyakan bisa tuliskan di kolom komentar. Terima kasih.

See you next trip.

Komentar

  1. Hal, ada nomer kontak pemgelola curignya gak? Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Lagi Hits