Situs Gunung Padang Cianjur, Sebuah Misteri Penuh Makna.

situs-gunung-padang-cianjur

Pernah mendengar Situs Gunung Padang di Cianjur? Saya yakin bahwa banyak dari kamu yang pernah mendengarnya. Beberapa tahun lalu sempat ramai dibicarakan. Bahkan sempat ada proyek penelitian di situs ini. Hal itu juga yang membuat saya ingin berkunjung ke sana pada tahun 2016, dan kali ini, saya berkunjung lagi kesana.

Untuk kamu yang mungkin belum mengetahui tentang situs ini, Situs Gunung Padang adalah situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Kompleks utamanya memiliki luas kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 mdpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha. Situs ini adalah kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Bahkan diperkirakan pertama kali dibangun pada 8000 SM. Usianya lebih tua dari Piramida Mesir. Wooow! Sebenarnya laporan tentang situs ini sudah ada sejak 1914, dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, "Buletin Dinas Kepurbakalaan"). Hanya saja saya yang anak muda ini (hehe... jangan protes!) baru mengetahui kepopulerannya beberapa tahun lalu. 

Hingga saat ini masih banyak misteri dari situs ini yang belum bisa terpecahkan. Membuat kita menjadi bertanya dan penasaran.

Lokasi 

Setelah beberapa tahun tidak berkunjung, saya ingin kembali menyambangi tempat ini. Kebetulan tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya. Lokasinya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, desa Karyamukti, kecamatan Campaka, kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Rute

Jika kamu ingin berkunjung kesini, kamu bisa mengikuti tag lokasi di bawah pada apliksi maps. Rute yang saya berikan adalah untuk kendaraan pribadi. Mohon untuk bertanya ke warga sekitar jika kamu ragu ketika berada di perjalanan.

Biaya

Jika kamu ingin berkunjung kesini, berikut detail budget utama yang perlu kamu siapkan.:

  • Retribusi: Rp. 5.000/orang. Ini kita bayarkan saat memasuki Kawasan Strategis Perkebunan Pasirnangka Cagar Budaya Gunung Padang.
  • Tiket masuk: Rp. 5.000/orang. Ini kita bayarkan saat kita masuk Zona Inti Situs Gunung Padang.
  • Parkir motor: Rp. 5.000/orang.
  • Parkir mobil: Rp. 15.000/orang.

Jam operasional

  • Hari: Setiap hari
  • Jam: 08:00-16:00 WIB.

Fasilitas umum

  • Lahan Parkir

Ada 2 lahan parkir yang disediakan pengelola. Jika hari biasa, Parkir motor dan mobil berada di bagian atas. Tepat di dekat pintu masuk pembayaran tiket masuk. 



Namun saat akhir pekan atau sedang ada acara, parkir mobil berada di bawah. Berada di kiri jalan setelah gapura ini. Namun harga parkir tetap sama.

  • Toilet
  • Mushala
  • Penjual makanan dan minuman

Untuk Toilet, mushala, dan penjual makanan dan minuman bisa kamu temukan agak kebelakang Situs Gunung Padang, atau di dekat tempat kita membayar tiket masuk.

Travel Story

Saya berkunjung kesini bersama Eri H. Kusmawan. Kami menggunakan sepeda motor. Kami berangkat pagi. Sekitar pukul 08:00 WIB. Alhamdulillah hari cerah. Jadi kami bisa lebih tenang.

Meski saya pernah berkunjung kesini pada tahun 2016, saya masih tetap menggunakan aplikasi maps. Saya sesekali berhenti untuk memeriksa apakah saya tersesat atau tidak.

Saat kami belok dari pertigaan Warungkondang, kami bisa merasakan suasana khas pedesaan. Udaranya sejuk. Kiri kanan jalan banyak pepohonan dan persawahan.

Rasa takjub saya bertambah saat kami memasuki jalan setelah di persimpangan Stasiun Lampegan. Kita bisa melihat bukit-bukit di bawah jalan yang kita lalui. Bahkan saat memasuki kawasan kebun teh, kami sempat berhenti terlebih dahulu untuk mengambil foto.

Setelah titik ini, kita tidak jauh lagi untuk menuju pintu masuk pintu masuk pertama. Di pintu masuk itu kita akan membayar retribusi.

Kamu tidak perlu khawatir karena setelah persimpangan Stasiun Lampegan banyak petunjuk arah setiap ada persimpangan jalan.

On The Spot


Ketika kita sampai di lokasi. Kita harus membayar tiket masuk dulu. Letaknya ada sebelah kiri parkiran mobil ini. Jika kamu menggunakan aplikasi maps, titiknya tidak tepat. Kamu hanya perlu terus berjalan. Maka akan sampai disini.

Setelah membayar tiket dan sempat ke toilet, kami langsung masuk ke Situs Gunung Padang.

Untuk menuju ke puncak, kita harus meniti tangga. Ada dua tipe jalan yang bisa kita tempuh.

1. Tangga Terjal

Jika kamu mengambil tangga terjal, kamu akan menghemat waktu tempuh. Namun medannya agak sulit. Kamu akan merasa lebih lelah. Akan tetapi, untuk kamu yang menyukai tantangan, saya sarankan mengambil jalur ini.

2. Tangga Landai

Jika kamu lebih suka jalan yang mudah, saya sarankan mengambil jalan yang ini. Namun waktu tempuhnya memang lebih lama.

5 Teras

Ketika kamu sampai di puncak, kita akan sampai di Teras Pertama. Situs Gunung Padang ini memiliki 5 teras. Setiap teras memiliki tingkatan. 5 teras ini sebagai simbol tahapan spiritual. Semakin ke atas, semakin tinggi.

Disini saya tidak akan menceritakan secara detail mengenai fungsi dari 5 teras tersebut. Kamu bisa mencarinya di sumber lain yang lebih relevan. Saya hanya akan menyajikan apa saja yang saya temukan sebagai pengunjung.

Saat berada di teras pertama, kita disuguhkan pemandangan yang tak biasa. Ada banyak batu dengan bentuk yang hampir sama dan tersusun sedemikian rupa.

Di teras ini juga, kita akan menemukan sebuah spot dengan susunan batu menyerupai sebuah ruangan. Ada pintu masuk dan keluarnya. Spot ini berada di sebelah Timur.

Menurut Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang, tempat tersebut adalah pusat kegiatan ritual pengorbanan.

Di ruangan ini ada sebuah dolmen (meja batu) untuk meletakan sesaji persembahan.

Tidak jauh dari ruangan ini, terdapat batu yang bisa berbunyi jika dipukul. Ada yang menyebutnya sebagai batu gamelan, batu gong, atau batu bonang. Batu ini termasuk batuan andesit.

Saat kami berkunjung kesini, ada peringatan untuk tidak memukul batu tersebut. Mohon pengunjung yang lain pun mematuhinya.

Untuk menuju teras selanjutnya. Kita bisa menaiki tangga yang berada di sisi barat.

Dari ujung Teras kedua, kita bisa melihat teras pertama dari atas. Jika kamu berada di spot ini, ada peringatan untuk membuka alas kaki. 

Dari teras kedua, kita bisa menuju teras selanjutnya lebih mudah. Tidak seperti teras pertama yang memang lebih rendah. Foto di bawah ini adalah foto yang diambil dari teras 4.

Saat asik memotret, hujan pun turun. Saya jadi sulit untuk mendapatkan gambar yang bagus. Lalu kami berteduh di sebuah shelter

Disini saya mendapat banyak informasi dari bapak-bapak Juru Pelihara Situs Gunung Padang, dan itu sangat bermanfaat bagi saya.

Setelah puas mengunjungi setiap sudut situs ini, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. 

Untuk jalan pulang, kita hanya diperbolehkan menggunakan jalan dengan tangga landai.

Ada banyak yang saya dapatkan dari perjalanan saya kali ini. Saya bisa melihat bukti peradaban bangsa kita di masa lalu. Meski hingga saat ini masih menyimpan banyak misteri.

Baca juga: HIKING KE CURUG CIBEUREUM CIANJUR

Tips

Jika kamu ingin berkunjung kesini, saya berikan beberapa tips:

  1. Patuhi setiap peraturan yang ada di tempat ini.
  2. Jangan berprilaku menyimpang dari norma yang ada.
  3. Tetap jaga protokol kesehatan jika kamu berkunjung masih masa pandemi.
  4. Pastikan lagi jalan yang ada di aplikasi maps.

Sekian trip saya kali ini. Jika ada pertanyaan atau saran, silakan tulis di kolom komentar.

See you next trip.

*Masker kami lepas hanya saat berfoto, makan dan minum, atau hal lain yang memungkinkan untuk dilepas.

Komentar

Lagi Hits