Hutan Damar Sukabumi, untuk Kamu yang Menyukai Ketenangan.

Hutan-Damar-Sukabumi

Pekan ini rencananya saya akan menulis artikel tentang wisata kuliner, namun karena beberapa hal, akhirnya saya alihkan ke pekan yang lain.

Saya kemudian tertarik untuk berkunjung ke Hutan Damar Sukabumi. Letaknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya. Kali ini saya berangkat bersama teman saya.

Lokasi Hutan Damar

Hutan Damar ini berada di Pusat Konservasi Elang Jawa Cimungkad atau Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Cimungkad, Seksi PTN Wilayah IV Situgunung, Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Adapun alamatnya adalah di desa Cikahuripan, kecamatan Kadudampit, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Untuk kamu yang datang dari luar kota, dan pernah ke Situ Gunung Suspension Bridge, letak Hutan Damar ini tidak jauh dari sana. Hanya berbeda jalur saja.

Rute

Jika kamu hendak berkunjung kesini, kamu bisa mengikuti titik pada aplikasi maps di bawah. Namun, perlu kamu perhatikan, jika kamu mengambil jalan Cibaraja, ketika kamu sudah dekat dengan Pasar Ikan Cibaraja, kamu harus menggunakan jalan sebelum pasar tersebut. Kamu harus belok kanan. Karena jika kamu terus lurus setelah pasar Cibaraja, kamu akan melewati jalan lebih kecil dibandingkan jalan yang saya maksud. Selain itu, jalannya juga lebih bagus jika kamu mengambil jalan sebelum pasar.

Biaya

Tiket masuk Warga Negara Indonesia (WNI)

  • Pengunjung umum pada hari kerja:

    • Wisata alam: Rp. 6.000/orang/1 hari.
    • Berkemah: Rp. 19.000/orang/2 hari 1 malam.

  • Pengunjung umum pada hari libur:

    • Wisata alam: Rp. 8.500/orang/1 hari.
    • Berkemah: Rp. 24.000/orang/2 hari 1 malam.

  • Rombongan pelajar/mahasiswa pada hari kerja (minimal 10 orang):

    • Wisata alam: Rp. 4.000/orang/1 hari.
    • Berkemah: Rp. 12.500/orang/2 hari 1 malam.

  • Rombongan pelajar/mahasiswa pada hari libur (minimal 10 orang):

    • Wisata alam: Rp. 5.500/orang/1 hari.
    • Berkemah: Rp. 15.500/orang/2 hari 1 malam.

Tiket masuk Warga Negara Asing (WNA)

  • Pengunjung umum pada hari kerja:

    • Wisata alam: Rp. 165.000/orang/1 hari.
    • Berkemah: Rp. 315.000/orang/2 hari 1 malam.

  • Pengunjung umum pada hari libur:

    • Wisata alam: Rp. 240.000/orang/1 hari.
    • Berkemah: Rp. 465.000/orang/2 hari 1 malam.

  • Rombongan pelajar/mahasiswa pada hari kerja (minimal 10 orang):

    • Wisata alam: Rp. 106.000/orang/1 hari.
    • Berkemah: Rp. 209.000/orang/2 hari 1 malam.

  • Rombongan pelajar/mahasiswa pada hari libur (minimal 10 orang):

    • Wisata alam: Rp. 156.000/orang/1 hari.
    • Berkemah: Rp. 315.000/orang/2 hari 1 malam.

Parkir

Terakhir saya kesana, untuk uang parkir adalah seikhlasnya.

Jam Operasional

  • Hari : Setiap hari.
  • Jam: 08:00 - 17:00 WIB

Fasilitas Umum

  • Lahan parkir.
  • Toilet.
  • Mushala.
  • Penjual makanan dan minuman.
  • Camping ground.

Travel Story

Saya dan teman tiba disini sekitar pukul sembilan pagi. Saat tiba di lokasi, kami langsung memarkir motor, lalu beristirahat sejenak.

Kami sempat menunggu petugas tiket karena mungkin sedang ke toilet. Kami menunggu di sebuah warung di dekat tempat parkir.

Kami berbincang dengan pedagang disana.  Ditemani segelas kopi dan roti bakar, menambah hangat perbincangan kami. Meski hanya seputar masalah-masalah yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari.

Menurut pedagang tersebut, Pusat Konservasi ini masih dalam proses pembangunan. Itulah kenapa kamu bisa melihat proyek pembangunan di dekat gerbang utama jika berkunjung kesini dalam waktu dekat.

Berkeliling Hutan Damar

Yang kamu rasakan saat kamu berada di bawah pepohonan damar ini adalah merasa tenang. Udaranya sejuk. Sesekali angin menerpa dan mengubah suasana menjadi sedikit ramai. Seperti sorak dan sorai dari dedaunan. Namun kamu akan tetap merasakan ketenangan. Ada beberapa titik yang menyediakan tempat duduk yang bisa digunakan untuk bersantai.

Museum Konservasi Elang Jawa Cimungkad

Seperti yang bertuliskan di Gerbang Utama, bahwa ini adalah Pusat Konservasi Elang Jawa, disini juga ada Museum Konservasi Elang Jawa. Hanya saja kami tidak bisa masuk, karena tidak ada petugasnya di tempat tersebut. Alhasil kami hanya bisa melihat dari luar.

Dari beberapa sumber yang saya baca, museum ini dibangun untuk sarana pendidikan dan untuk mengenang Max Edward Gottlieb (MEG) Bartels (24 Januari 1871 - 7 April 1936). Beliau ini adalah ahli burung berkebangsaan Jerman yang menemukan Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) di hutan Cimungkad pada tahun 1924. Beliau menemukan  21 species baik berupa burung, kelelawar, dan tikus. 7 diantaranya masuk dalam red list (terancam punah) oleh IUCN (International Union for the Conservation of Nature).

Jika kamu menaiki tangga di sebelah Timur dari Museum, dan terus berjalan, kamu bisa menemukan makam dari MEG Bartels. Letaknya ada di sebelah kiri jalan.

Saat berada di depan Museum, kami sempat mengambil foto. Karena kami rasa spot ini cukup menarik. Saya memotret dari tangga.

Dari sini kami terus ke arah Utara. Setelah melewati makam MEG Bartels, kami menemukan pemakaman lain. Namun kami tidak tahu makam siapa saja itu. Kami terus berjalan. Hingga kami menemukan sebuah kandang burung. Ukurannya sangat besar. Ada dua kandang yang terdapat disana.

Sayangnya kandangnya belum terisi Burung. Seperti yang pedagang tadi katakan bahwa kawasan ini masih dalam tahap pembangunan. Mungkin nanti setelah siap, baru diisi oleh burung Elang Jawa. Kandang ini adalah ujung dari jalan yang tadi kami lalui. Sehingga setelah dari sini, kami memutuskan untuk kembali ke dekat lahan parkir.

Saat diperjalanan pulang, tidak jauh dari kandang burung tadi, angin bertiup sangat kencang. Ada rasa sedikit takut. Tapi mungkin ini hanya sensasi pertama kali berkunjung. Apalagi kami hanya berdua di lokasi itu pada waktu itu.

Selain foto-foto di sepanjang jalan menuju kandang burung, kami juga sempat mengambil foto di bagian hutan damar yang lurus dari arah parkiran ke utara. Ada tulisan: Hutan Damar.

 Tips

  • Ambil jalan pertigaan sebelum Pasar Ikan Cibaraja, jika kamu akan menggunakan jalan melalui Cibaraja dan bukan melalui jalan dari pertigaan Polsek Cisaat.
  • Jika kamu berkunjung dan petugas tidak ada di bagian tiket, kamu bisa datang ke kantornya. Kamu bisa tanyakan ke pedang di sekitar sana.
  • Jika kamu mendengar suara seperti suara motor gede di sekitar puncak hutan damar, jangan takut, karena itu adalah suara dari kincir angin warga setempat.

Baca juga: Hunting Foto di Gunung Sunda Sukabumi.

Baiklah, sekian trip kali ini, jangan lupa tinggalkan komentar atau share artikel ini. Jika ada yang ingin disampaikan, silakan hubungi saya. Terima kasih.

See you next trip.

Komentar

Lagi Hits