Berburu Street Photography di Sukabumi

Saya agak jarang melakukan street photography. Karena saya lebih sering melakukan trip bertemakan alam. Foto berlatar serba hijau. Tapi kali ini saya ingin mencoba sensasi yang berbeda. Saya ingin berburu street photography.

Untuk kamu yang mungkin baru mengetahui, Street Photography atau fotografi jalanan merupakan sebuah aliran fotografi yang pada umumnya memuat objek yang diambil di jalanan atau ruang terbuka publik tanpa pengarahan atau Candid.

Berhubung ini bersifat candid, saya yang amatir ini mungkin akan sedikit kesulitan dalam mengambil foto dengan moment yang pas. Akan tetapi, justru hal ini lah yang menjadi sebuah tantangan bagi saya.

Untuk daerah yang akan saya gunakan kali ini adalah pusat Kota Sukabumi. Selain jaraknya sangat dekat dengan rumah saya, tetapi juga agar Sukabumi bisa lebih dikenal lagi, bukan hanya sebagai destinasi wisata alam tetapi juga wisata perkotaan.

Jalan Ahmad Yani

Tujuan pertama saya adalah Jalan Ahmad Yani. Saya rasa jalan ini sangat cocok untuk kita mencari spot dan moment yang bagus. Karena bisa dibilang, jalan ini adalah jalan paling ramai di Sukabumi.

Abang Tukang Becak

Street-photography

Di Sukabumi kita masih bisa menemukan banyak tukang becak di pusat kota. Biasanya mereka "mangkal" di sekitar tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan.

Ada dua jenis becak yang bisa kita temui, yaitu becak dengan sepeda biasa atau dengan sepeda motor. Namun saya tidak tahu apakah ada perbedaan untuk tarifnya, yang pasti persaingan tentu ada.

Mungkin perjuangan mereka mengais rezeki saat ini lebih berat dibandingkan dulu. Sekarang transportasi online menjamur dimana-mana dan banyak providernya. Namun saya yakin, Allah sudah mengatur rezekinya masing-masing.

Di masa pandemi tentu semakin menambah berat perjuangan mereka. Orang-orang jadi jarang keluar rumah. Membuat penumpang semakin berkurang.

Ada baiknya sesekali kita menyempatkan waktu untuk naik becak mereka. Terkadang naik becak adalah sebuah keseruan tersendiri. Apalagi jika bersama pasangan. Kamu harus coba. Karena membantu tidak harus selalu memberi.

Hari yang Ceria

Foto kedua yang saya dapatkan adalah sebuah foto ketika seorang ibu dan anaknya sedang berjalan di depan sebuah toko. Dari kejauhan saya sudah merasa tertarik untuk memasukan mereka ke dalam frame.

Kita bisa melihat Sang Ibu membawa karung dan si anak membawa tongkat pengait. Yang membuat saya terharu adalah tingkah laku si anak. Dia sangat ceria. Dia memain-mainkan tongkat pengait yang ia bawa. Tanpa beban. Mungkin baginya ini adalah hari yang ceria. Bahagia sungguh sederhana, bukan?

Lokasi foto ini berada dekat perempatan Jalan Gudang dan Jalan Ahmad Yani. Kalian hanya perlu berjalan sedikit ke arah Barat. Disini kalian akan banyak menemukan toko-toko dengan gaya tempo dulu. Seperti pada foto diatas.

Pria yang Kuat

Saya begerak ke arah Barat. Kali ini berada di sekitar "Stopan Lampu" (orang sini menyebutnya). Memang ini berada di lampu merah. Di perempatan Jalan Ahmad Yani, Stasiun Timur, dan jalan Zaenal Zakse.

Saat lalu lintas dari arah Timur berhenti, ada bapak-bapak yang melintas. Beliau membawa gerobak yang mengangkut banyak kardus. Sepertinya kardus itu berisi karena ada lakban pada sisi-sisinya.

Mungkin inilah yang dinamakan perjuangan seorang pria untuk orang-orang yang dia sayangi. Kita bisa melihat dia seperti menahan langkah kakinya agar gerobaknya tidak hilang kendali. Semangat, pak!

Gadis Cat walk 

gadis-sukabumi

Awalnya saya tidak menyadari cara berjalan gadis ini. Saya hanya melihat dia cukup fotogenik . Saya hanya langsung mengabadikannya. Namun saat saya lihat kembali di galeri kamera, ternyata seperti sedang cat walk. Silakan perhatikan gesture dan posisi kakinya. Iya kan? 

Berbicara tentang seorang gadis, teman-teman saya dari luar kota sering mengatakan bahwa gadis Sukabumi itu cantik-cantik. Meski saya tidak tahu definisi cantik yang mana yang mereka maksud. Kamu harus datang ke Sukabumi untuk membuktikannya. Siapa tahu kamu berjodoh dengan orang Sukabumi. Hehe..

Brievenbus

brievenbus-sukabumi

Brievenbus atau seacara harfiah adalah kotak surat dalam Bahasa Belanda. Kotak surat ini adalah salah satu benda peninggalan zaman kolonial Belanda yang bisa kita temukan secara terbuka. Letaknya di depan kantor Pos Kota Sukabumi. Berada tepat di pagar kantor Pos.

Dari beberapa sumber, dikatakan bahwa kotak ini berfungsi sebagai penampungan surat untuk kemudian nanti dibubuhkan stample diatas perangko oleh petugas kantor pos, jadi bisa lebih mudah jika akan mengirimkan surat sedangkan kantor pos sudah tutup.

Tidak ada yang tahu pasti kapan kotak sorat ini didirikan. Namun yang pasti ini adalah salah satu aset yang harus kita jaga. Untuk media pengingat tentang apa yang terjadi di masa lampau.

Berburu Foto Panning

Saya bukan yang ahli melakukan tehnik foto satu ini. Jadi bisa dibilang ini adalah percobaan saya. Saya harap kamu bisa maklum jika hasilnya agak kurang maksimal.

Saya berburu foto panning di Bundaran dekat Lapangan Merdeka. Karena saya rasa lalu lintasnya cukup lancar dan saya ingin mencoba di lokasi yang berbeda.

Dibalik foto satu ini, ada banyak foto gagal yang mengecewakan haha.. Bisa dibilang ini adalah trial & error saya. Lebih ke pembelajaran untuk saya dibanding mengasah kemampuan.

Karena di lokasi ini saya kurang mendapatkan kecepatan yang saya inginkan, saya agak turun ke ke arah jalan jalan Perintis Kemerdekaan, dan hasil fotonya di bawah ini.

foto-panning

Ibu dengan Sebuah Buku

Setelah saya mulai lelah, saya memutuskan untuk segera pulang. Lalu saya pergi ke ATM di Kantor Mandiri seberang Kapitol. Saat saya keluar dari gerbang, saya melihat ada ibu-ibu sedang duduk. Beliau sedang membaca sebuah buku. Pada awalnya saya tidak tahu buku apa yang beliau baca.

Yang pasti, di bukunya itu ada tulisan Arab. Saya jadi penasaran. Lalu saya memotret beliau saat saya melewatinya. Sepertinya Ibu ini sedang berjualan makan dan buku-buku. Karena sesekali beliau menawarkan dagangannya pada orang yang lewat. Saat tidak ada yang lewat, beliau membaca lagi bukunya.

Apakah kamu tahu buku apa yang beliau baca?

Ya! Sebuah Juz 'Amma. Seketika saya merasa terharu, malu, dan tertampar di waktu bersamaan. Saya agak menahan air mata. Dibawah terik matahari dan berjualan, tapi beliau masih menyempatkan diri membaca Ayat-ayat Al Qur'an.

Semoga ibu diberi kesehatan, dagangannya laris dan diberi keberkahan. Aamiin.

Penyegaran

Sebagai penutup, saya sempat memotret seseorang yang lewat. Saya tidak kenal dia. Tanpa pengarahan dari saya.

gadis-sukabumi-2

Jika kamu adalah orang dalam foto ini dan kamu keberatan akan publikasi ini atau ingin soft filenya, kamu bisa mengubungi saya.

Baca Juga: HUNTING FOTO DI HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG WALAT SUKABUMI

Baiklah sekian hunting Foto kali ini. Jika ada yang ingin disampaikan, saran atau pendapat tentang artikel ini, kamu bisa ketik di kolom komentar.

See you next hunt.

Komentar

Posting Komentar

Lagi Hits