Persiapan Saya Menuju Jerman

Pergi ke Jerman adalah salah satu impian terbesar saya. Sebuah impian yang kini jadi kenyataan, yang bahkan saya masih merasa ini tidak nyata. Tolong cubit saya!

Sebenarnya saya sudah dijadwalkan ke Jerman pada akhir 2018, namun karena ada halangan, akhirnya tidak jadi. Bahkan saat pademi Covid-19 merebak membuat saya lebih lama menunda impian saya itu. Barulah di tahun 2021 ini saya bisa mewujudkannya.

Saya ke Jerman untuk tujuan BFD (Bundesfreiwilligendienst). Sebuah program layanan sukarelawan di Jerman. Saya akan mengikuti program ini selama 1 tahun, terhitung dari September 2021 hingga Agustus 2022. Waktu yang lama bagi saya untuk jauh dari rumah.

Saya akan melakukan kegiatan tersebut di Kota Bayerisch Gmain. Sebuah kota di bundesland Bayern. Perbatasan dengan Austria. Bahkan tempat kegiatan saya nanti hanya beberapa kilometer dari perbatasan.

Karena ini sebuah perjalanan jauh dan lama, tentu banyak yang harus saya siapkan. Bukan hanya untuk keperluan di perjalanan, tapi juga saat berada di sana. Adapun yang saya persiapkan, diantaranya saya sebutkan di bawah.

Bahasa Jerman

Berhubung saya akan mengikuti program BFD, jadi saya juga harus memiliki kemampuan bahasa yang cukup untuk mengikuti program tersebut. Saya memiliki level bahasa Jerman A2. Saya mulai belajar bahasa Jerman pada tahun 2018. Belajar dari nol. Sebuah perjuangan yang lumayan berat buat saya, hehe..

Level bahasa yang diperlukan tentu berbeda-beda sesuai dengan keperluan apa yang akan kita lakukan di Jerman. Tentu jika kamu berniat berwisata ke sana, kamu mungkin tidak perlu bisa bahasa Jerman. Namun, untuk kamu yang berniat melakukan kegiatan jangka panjang, kamu harus perhatikan persyaratan kemampuan bahasanya.

Visa

Yup, kamu perlu Visa untuk menuju ke Jerman. Visa yang saya gunakan adalah Visa Nasional. Untuk informasi mengenai visa nasional, kamu bisa baca disini.

Saya mengajukan visa di Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta pada akhir Juni 2021, dan hasilnya keluar pada pertengahan Juli 2021.

Saat pengajuan visa, saya harus datang ke Jakarta. Pada saat itu telah ada pembatasan sosial, namun belum seketat PPKM Darurat. Jadi saya masih sedikit leluasa menuju Jakarta.

Dari Sukabumi saya naik angkutan umum. Berangkat agak siang, lalu tiba di Jakarta pada sore hari. Saya menginap di salah satu hotel di daerah Menteng. Sehingga saya bisa datang tepat waktu untuk pengajuan visa.

Setelah beberapa minggu, saya mengambil visa. Akan tetapi sudah masa PPKM Darurat. Saya tetap menggunakan angkutan umum, jadi saya perlu mempersiapkan dokumen pendukung untuk masuk Jakarta.

Tiket Pesawat Menuju Jerman

Setelah mendapatkan visa dan melengkapi dokumen pendukung lainnya, saya akhirnya sudah bisa menuju Jerman. Selanjutnya saya memesan tiket pesawat. Saya memesan tiket melalui  market place yang tersedia di Indonesia. Harganya tidak terlalu jauh dengan harga tiket di website maskapainya. Saya sarankan kamu memesan di laman maskapainya langsung, kecuali kamu ada kendala. Agar nanti jika ada perubahan jadwal dan lainnya, kamu bisa lebih mudah.

Tiket Kereta di Jerman

Ketika tiba di Jerman, saya masih harus menggunakan kereta untuk menuju alamat saya di Jerman. Alasannya agar lebih murah. Jadi saya siasati dengan menggunakan kereta. 

Saya memesan melalui bahn.de . Kamu bisa menggunakan kartu kredit, paypal dan pembayaran lain yang terdaftar di sistem mereka dari Indonesia. Namun, saya dipesankan tiket oleh teman saya di Jerman karena saya belum memiliki alat pembayaran yang bisa digunakan. Saya sarankan kamu memesan lebih awal, karena harga tiket akan semakin naik ketika semakin dekat tanggal keberangkatan.

Bukti Hasil PCR atau Antigen

Dua dokumen hasil tes ini sangat diperlukan. Kamu bisa menggunakan salah satunya. Tergantung keperluan kamu. Untuk menuju Jerman (saat ini) kamu bisa menggunakan salah satu dengan masa berlaku yang valid. Untuk PCR berlaku 72 jam dan Antigen berlaku 48 jam. Kamu harus pastikan bahwa tempat kamu melakukan tes telah terdaftar di Kementrian Kesehatan RI, kamu bisa cari datanya di internet.

Barang Bawaan

Karena saya akan lama di sana, jadi saya membawa lumayan banyak barang. Bahkan saya membawa satu koper ukuran 30 inchi dan satu buah tas punggung. Kamu harus pastikan bahwa barang bawaanmu tidak melebihi ketentuan bagasi maskapai yang kamu gunakan, jika kamu tidak ingin dikenakan biaya tambahan.

Saya membawa pakaian, dokumen, alat-alat fotografi, keperluan pribadi, dan juga oleh-oleh. Saya juga membawa perlengkapan musim dingin dari Indonesia. Selain karena sudah memilikinya, tetapi juga untuk menghemat biaya. Karena nanti saya sampai sana sudah lumayan dekat ke musim dingin, dan kabarnya harga perlengkapan musim dingin bisa lebih mahal saat dibeli pada musim dingin. Tidak lupa saya juga membawa sedikit cendera mata untuk kolega dan teman saya disana. Salah satunya kain tenun motif khas Toraja.

Baca juga: Solo Travelling? Berikut Untung, Rugi, dan Tipsnya

Sebenarnya ada banyak yang harus saya siapkan, hanya saja, saya rasa semua orang akan melakukan hal yang sama saat bepergian. Semoga bisa memberikan sedikit infromasi untuk kamu yang suatu saat akan melakukan perjalanan menuju Jerman.

See you next tips.

Komentar

Lagi Hits