Pengalaman Musim Dingin di Jerman

Waktu kecil, saya hanya bisa melihat salju di TV. Saya tidak pernah memiliki sedikit pun bayangan akan pernah melihat salju dengan mata kepala saya sendiri. Wajar saja, saya tidak pernah bermimpi akan pergi ke Eropa suatu saat nanti di usia itu.

Mungkin saya salah satu anak yang membuat salju dari stereofoam dengan cara mengoreskannya ke permukaan sehingga membentuk serbuk halus. Ya, hanya itu yang ada di fikiran saya.

Bertahun-tahun berlalu, saya kini berada di negara dengan musim dingin setiap tahunnya. Bayangkan, saya terbiasa berada di daerah panas, lalu harus bertahan hidup di daerah dengan temperatur minus. Tentu tidak mudah, bukan?

Persiapan untuk Musim Dingin

Berhubung saya belum pernah merasakan musim dingin, jadi ada rasa takut hipotermia. Sebisa mungkin saya persiapkan baik-baik, bahkan sebelum saya berangkat ke Jerman. 

Ketika masih di Indonesia, saya membeli Sarung tangan, jaket musim dingin, penutup kepala, kaus kaki musim dingin, sarung tangan musim dingin, dan baju dan celana pelapis untuk musim dingin. Lumayan memakan tempat, tapi ini sangat berguna. karena saya tidak perlu susah payah mencari dan membeli lagi saat berada di Jerman.

Barang yang saya beli di Jerman adalah sepatu musim dingin, syal, dab sweater. Ada yang saya beli di flohmarkt (sejenis pasar loak) di Jerman.

Selain pakaian, saya juga persiapkan fisik. Beberapa minggu sebelum musim dingin tiba, saya sudah membiasakan diri untuk jalan kaki menuju tempat kerja. Jarak tempuhnya sekitar 30 menit. Padaha jika menggunakan sepeda, hanya sekitar 10 menit.

Saya juga mempersiapkan stok makanan agar tidak kekurangan makanan saat musin dingin. Karena saya akan merasa kedinginan setiap terlalu lapar.

Hari Pertama Turun Salju

Beberapa hari sebelum turun salju, teman kerja mengatakan bahwa akan turun salju pada hari Jum'at. Saya coba wanti-wanti. Persiapkan semua perlengkapan. Agar nanti mudah mencarinya.

Saat Jum'at pagi, saya lihat ke luar jendela dan sepertinya tidak akan turun salju. Tapi saat akan berangkat kerja, salju mulai turub meski masih berupa butiran-butiran kecil. Saya menyadarinya saat ada butiran yang lebih besar. Ternyata benar, itu memang salju.

Karena saya sudah mulai terbiasa dengan lingkungan disini, dan pakai pakaian dengan baik, saya tidak merasa kedinginan berlebihan. Semua terkendali. Bahkan saat saya harus jalan kaki menuju tempat kerja.

Saat pulang kerja, saya langsung mengambil kamera dan mengabadikan hari pertama saya melihat salju. Suasana yang tidak pernah saya bayangkan saat kecil. Namun pada hari itu saya benar-benar merasakannya.

Tips

Untuk kamu yang belum pernah merasakan musim dingin seperti saya dan mungkin agak sedikit khawatir saat musim dingin akan tiba, jangan khawatir. Saya akan berbagi tips saat agar kamu tetap bisa nyaman saat musim dingin pertamamu.

1. Persiapkan pakaian. Kamu harus memiliki jaket, sepatu, baju, pakaian dalam, pakaian pelapis, syal, penutup kepala, sarung tangan, dan kaos kaki musim dingin. Kalau kamu punya masalah lambung dan tidak bisa terkena dingin, kamu bisa beli penghangat perut yang berbahan karet dan bisa diisi air hangat.

2. Persiapkan makanan. Usahakan makanan siap untuk 1 minggu pertama. Jika bisa lebih lama, lebih baik. Agar kamu tidak perlu keluar rumah saat awal-awal, biarkan tubuhmu terbiasa dahulu. Makanan ini sangat penting, karena jika kamu sampai kelaparan, badan akan terasa lebih dingin.

3. Persiapkan fisik. Kamu bisa sesekali keluar rumah di waktu pagi tanpa jaket saat musim gugur. Kamu bisa sambil bersepeda atau sekedar jalan pagi. Biarkan tubuhmu merasakan dinginnya udara. Ini lumayan membantu agar tubuhmu bisa belajar menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.

Baca juga: Persiapan Saya Menuju Jerman

Baiklah, sekian pengalaman saya kali ini. Jika ada pertanyaan atau saran, bisa kamu sampaikan di komentar.

See you again

Komentar

Lagi Hits